Sebuah kisah yg mengharukan sekaligus menggetarkan dada. Gimana engga, bayangin aja, seorang salesman ponsel yg lugu dan berasal dari keluarga yg bisa dibilang pas-pasan, ternyata memiliki suara yg bisa membuat kita merinding mendengarnya.

Paul Potts
Paul Robert Potts lahir di Bristol, Inggris tanggal 13 Oktober 1970. Ia dibesarkan di tambak ikan. Ayahnya, Roland, adalah seorang supir bus. Sedangkan ibunya, Yvonne, seorang kasir di supermarket. Potts sendiri adalah seorang salesman ponsel di Carphone Warehouse.
Pada tanggal 9 Juni 2007, Potts mencoba untuk mengikuti audisi Britain’s Got Talent, yg diadakan di televisi ITV1 di Inggris. Potts mencoba menyanyikan lagu operanya Giacomo Puccini yg berjudul Nessun Dorma. Ia mampu membuat 2000 penonton berdiri dan terkagum-kagum. Bahkan sang juri audisi, Simon Cowell, yg biasa mengkritik bahkan menghina dengan pedasnya, terkagum-kagum dengan Potts.
Pada semi final tanggal 14 Juni 2007, Potts membawakan lagu Con te partiro (time to say good bye), dan ia berhasil memasuki babak final dengan mendapatkan suara terbanyak.
tanggal 17 Juni 2007 babak final pun berlangsung.
setelah ia menyanyikan lagu Nessun Dorma, mulailah detik-detik akhir dari penentuan pemenang dari Britain’s Got Talent 2007. Potts begitu cemas dan tidak percaya diri. Dia memiliki saingan yang cukup mengalahkannya. Waktu untuk voting telah ditutup. Inilah detik-detik trakhir penentuan dari juara Britain’s Got Talent 2007.
dan ternyata…
Potts mendapatkan presentasi voting tertiggi yaitu dari 2 juta pemilih. saat itu pula, Simon Cowell, langsung menawarkan Potts untuk rekaman minggu depannya. Potts pun mendapat kesempatan untuk tampil pada acara Royal Variety Performance dihadapan Ratu Inggris.
karirnya pun melonjak tinggi. Debut albumnya, one chance, terjual hingga 2 juta copy.
This web page can be a walk-by for all the info you wanted about this and didn’t know who to ask. Glimpse here, and you’ll positively discover it.
Oleh: Sharilyn Bernardin on Desember 12, 2011
at 6:56 pm